Translate

Google+ Followers


Kifarah dosa

Hari itu dia dilanda musibah
Angina ahmar datang menjengah ketubuhnya lalu dia rebah
Aku tiada disampingnya saat musibah datang meredah
Tatkala itu aku masih jauh nan disana menelaah

Doa adalah senjata dari ku untuk dia yang sedang lemah disana
Saat itu aku hanya mampu berdoa agar musibah ini adalah petanda untuk dia kembali taat padanya
Aku yakin musibah yang menimpa dia adalah petanda bahawa Tuhan masih rindu akan rintihan dia
Tuhan masih sayang akan dirinya yang dulu sentiasa alpa pada sang pencipta

Hari berganti hari, saat itu tiba dimana kini aku berada di sisinya
Melihat sekujur tubuh terbaring lemah tidak bermaya
Rasa simpati dan syahdu mula menerpa, tetapi ku tabah menahan sebak didada
Kepulanganku adalah hikmah untuk aku menunaikan tanggungjawab menjaga dirinya
Kepulanganku ini bukan sia-sia
Aku tidak saja ditugaskan untuk menjaga namun aku ditugaskan untuk memperingatinya

Disampingnya aku mendapat ibrah yang tak terhingga
Jangnlah sesekali meninggalkan sang pencipta walau apa saja kondisi kita
Kerana Tuhan sentiasa ada melihat gelagat penciptaanya
Bila kita alpa itulah saat paling hebat untuk dia menduga kita
Adakah kita masih ingat pada dia di saat musibah menimpa sahaja?
Adakah kita masih alpa menangisi musibah yang melanda tanpa ada rasa takut pada sang pencipta?
Adakah kita mengambil ibrah dari musibah yang menimpa dan kembali taat pada sang pencipta? Sesungguhya hidayah itu milih Allah…
















No comments:

Post a Comment